• Tentang UGM
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Innovation Center of Dairy Products
and Functional Bioactive
  • Beranda
  • Profil Kami
    • Struktur Organisasi
    • Visi
    • Misi
  • Artikel
    • Artikel Popular
  • Penelitian
    • Penelitian
  • Kegiatan
  • Home
  • Penelitian

Pengembangan Keju Krim Lokal dengan Rasa Global

  • Penelitian
  • 24 July 2025, 04.32
  • By : lfh

Yogyakarta – Siapa sangka, keju krim yang lembut dan gurih ternyata bisa menjadi kendaraan probiotik yang tidak hanya menyehatkan, tapi juga menggugah selera! Sebuah studi dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa penggunaan kultur tunggal bakteri probiotik lokal dapat menghasilkan keju krim yang lebih disukai konsumen dibanding kultur campuran yang biasa digunakan dalam industri.

Apa Itu Kultur Tunggal dan Kultur Campuran?

Dalam industri keju, kultur starter—yakni mikroorganisme yang memulai fermentasi—biasanya terdiri dari berbagai jenis bakteri (kultur campuran). Namun, peneliti UGM mencoba pendekatan berbeda: menggunakan satu jenis bakteri probiotik lokal, yaitu Lactobacillus plantarum Dad-13 dan L. plantarum Kita-3. Bakteri ini berasal dari produk fermentasi tradisional Indonesia, seperti dadih.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kultur tunggal justru menghasilkan keju dengan cita rasa lebih unggul, serta kandungan probiotik yang tetap tinggi hingga 35 hari penyimpanan.

Keju Krim Probiotik: Sehat dan Lezat

Dalam pengujian sensorik, keju krim yang dibuat dengan kultur L. plantarum Kita-3 mendapatkan nilai tertinggi dari panelis, terutama untuk rasa dan aroma. Hal ini terkait dengan tingginya produksi senyawa ester dan keton yang memberikan aroma fruity dan buttery alami pada keju.

Tak hanya soal rasa, penelitian ini juga mencatat bahwa keju krim yang menggunakan kultur tunggal memiliki jumlah bakteri hidup di atas 8 log CFU/g setelah 35 hari—cukup tinggi untuk memberikan manfaat kesehatan sebagai probiotik, sesuai standar FAO/WHO.

Mengapa Ini Penting?

Studi ini membuktikan bahwa starter lokal Indonesia dapat menjadi alternatif efisien untuk industri keju krim probiotik. Dengan kultur tunggal, proses produksi jadi lebih sederhana, biaya lebih rendah, dan tetap mempertahankan kualitas organoleptik (rasa, aroma, tekstur) yang disukai konsumen.

Inovasi ini membuka jalan bagi pengembangan produk fermentasi modern berbasis kearifan lokal yang sehat dan kompetitif secara global.

Ditulis berdasarkan artikel ilmiah:
Tologana, R.D., Wikandari, R., Rahayu, E.S., Suroto, D.A. and Utami, T., 2023. Correlation between the chemical, microbiological and sensory characteristics of cream cheese using a mixed and single probiotic culture. Journal of Food Science and Technology, 60(1), pp.181–189. https://doi.org/10.1007/s13197-022-05603-0

Tags: industri pangan keju krim keju probiotik keju sehat kultur tunggal lactobacillus plantarum probiotik Indonesia probiotik lokal produk fermentasi riset UGM sensori makanan starter lokal

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

Eksplorasi Produk Fermentasi: Mahasiswa UGM Olah Whey Jadi Produk Fungsional

Artikel Popular Wednesday, 16 July 2025

Yogyakarta, 15 Juli 2025 — Sebanyak 15 mahasiswa magang dari Program Studi Mikrobiologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), mengikuti kegiatan praktik fermentasi whey di Unit Pengembangan Produk Fermentasi, di PUI-PT Inovasi Susu dan Bioaktif Fungsional, Pusat […].

Rahasia Susu Wijen Fermentasi: Lebih Sehat Tanpa Gula Tambahan!

Penelitian Tuesday, 15 July 2025

Susu nabati kini semakin populer sebagai alternatif sehat pengganti susu sapi. Namun, tahukah kamu bahwa susu wijen—yang belum seterkenal susu kedelai—menyimpan potensi luar biasa untuk kesehatan? Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menemukan bahwa fermentasi susu […].

Apa itu “Whey”? Kenali Protein Super dari Susu ini!

Artikel Popular Wednesday, 23 July 2025

Whey, seringkali terdengar akrab di para pecinta fitness, workout, ataupun kegiatan pembentukan otot lainnya. Akan tetapi, sebenarnya whey merupakan bahan pangan bernutrisi tinggi yang bermanfaat bagi siapapun.

Pembuatan Yoghurt Set dari Susu UHT dan Kultur Starter Lokal

Uncategorized Friday, 18 July 2025

Yogyakarta, 16 Juli 2025 — Mahasiswa magang dari Jurusan Mikrobiologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali melakukan praktik lapangan dalam pengembangan produk susu. Kali ini, mereka mengikuti kegiatan pembuatan yoghurt set yang dilaksanakan di Laboratorium […].

Recent Posts

  • Pengembangan Keju Krim Lokal dengan Rasa Global
  • Apa itu “Whey”? Kenali Protein Super dari Susu ini!
  • Pembuatan Yoghurt Set dari Susu UHT dan Kultur Starter Lokal
  • Eksplorasi Produk Fermentasi: Mahasiswa UGM Olah Whey Jadi Produk Fungsional
  • Rahasia Susu Wijen Fermentasi: Lebih Sehat Tanpa Gula Tambahan!

Recent Comments

No comments to show.
Universitas Gadjah Mada

Innovation Center of Dairy Products and Functional Bioactive
Teknika Utara St., Barek, Kocoran, Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta 55281

© Universitas Gajah Mada