• Tentang UGM
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Innovation Center of Dairy Products
and Functional Bioactive
  • Beranda
  • Profil Kami
    • Struktur Organisasi
    • Visi
    • Misi
  • Artikel
    • Artikel Popular
  • Penelitian
    • Penelitian
  • Kegiatan
  • Home
  • Penelitian

Rahasia Susu Wijen Fermentasi: Lebih Sehat Tanpa Gula Tambahan!

  • Penelitian
  • 15 July 2025, 06.08
  • By : lfh

Susu nabati kini semakin populer sebagai alternatif sehat pengganti susu sapi. Namun, tahukah kamu bahwa susu wijen—yang belum seterkenal susu kedelai—menyimpan potensi luar biasa untuk kesehatan? Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menemukan bahwa fermentasi susu wijen dengan bakteri baik Lactobacillus plantarum Dad 13 mampu meningkatkan kandungan antioksidan di dalamnya—bahkan lebih tinggi jika tanpa tambahan gula!

Kenalan Yuk, dengan Susu Wijen

Susu wijen adalah minuman nabati hasil dari biji wijen yang dihaluskan dengan air. Kandungan gizinya cukup mengesankan: tinggi kalsium, protein, serta bebas laktosa. Uniknya, susu wijen juga lebih ramah di perut karena mengandung lebih sedikit zat pemicu gas (seperti stakiosa dan raffinosa) dibanding susu kedelai.

Sayangnya, rasa susu wijen alami bisa terasa kurang menarik bagi sebagian orang. Di sinilah fermentasi berperan: selain memperkaya rasa, juga menambah manfaat kesehatan.

Fermentasi = Makin Sehat? Yuk Kita Cek!

Peneliti melakukan fermentasi susu wijen dengan bakteri Lactobacillus plantarum Dad 13—bakteri asam laktat lokal dari Indonesia. Fermentasi ini berlangsung selama 18 jam pada suhu 37°C, baik dengan maupun tanpa tambahan gula (sukrosa).

Apa yang terjadi? Hasilnya mengejutkan:

  • Fermentasi meningkatkan kandungan antioksidan dalam susu wijen.

  • Susu wijen yang tidak diberi tambahan gula justru menghasilkan aktivitas antioksidan paling tinggi.

  • Ini terjadi karena bakteri mengaktifkan enzim β-glukosidase, yang memecah senyawa antioksidan pasif (sesaminol triglukosida) menjadi bentuk aktifnya (sesaminol aglikon).

Semakin sedikit gula tambahan, semakin besar aktivitas enzim ini—artinya semakin tinggi pula manfaat antioksidan bagi tubuh!

Apa Manfaat Antioksidan?

Antioksidan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh, yang menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, penuaan dini, dan penyakit jantung. Dengan mengonsumsi susu wijen fermentasi tanpa gula, kita bisa mendapat manfaat lebih besar untuk menjaga kesehatan sel dan daya tahan tubuh.

Kesimpulannya?

Jika kamu sedang mencari minuman sehat nabati, cobalah susu wijen fermentasi. Pilihan tanpa tambahan gula justru memberikan manfaat lebih besar bagi tubuh, tanpa mengorbankan rasa yang sudah ditingkatkan melalui proses fermentasi alami.

Siap mencoba susu wijen fermentasi untuk gaya hidup yang lebih sehat?

Ditulis berdasarkan artikel ilmiah:
Fitrotin, U., Utami, T., Hastuti, P., dan Santoso, U., 2015. Antioxidant Properties of Fermented Sesame Milk Using Lactobacillus plantarum Dad-13. Int. Res. J. Biological Sci. Vol 4(6): 56-61.

Tags: antioksidan enzim beta-glukosidase fermentasi kesehatan pencernaan lactobacillus plantarum makanan fungsional minuman sehat Penelitian susu alternatif susu nabati susu wijen tanpa gula

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

Pengembangan Keju Krim Lokal dengan Rasa Global

Penelitian Thursday, 24 July 2025

Yogyakarta – Siapa sangka, keju krim yang lembut dan gurih ternyata bisa menjadi kendaraan probiotik yang tidak hanya menyehatkan, tapi juga menggugah selera! Sebuah studi dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa penggunaan kultur tunggal bakteri […].

Apa itu “Whey”? Kenali Protein Super dari Susu ini!

Artikel Popular Wednesday, 23 July 2025

Whey, seringkali terdengar akrab di para pecinta fitness, workout, ataupun kegiatan pembentukan otot lainnya. Akan tetapi, sebenarnya whey merupakan bahan pangan bernutrisi tinggi yang bermanfaat bagi siapapun.

Pembuatan Yoghurt Set dari Susu UHT dan Kultur Starter Lokal

Uncategorized Friday, 18 July 2025

Yogyakarta, 16 Juli 2025 — Mahasiswa magang dari Jurusan Mikrobiologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali melakukan praktik lapangan dalam pengembangan produk susu. Kali ini, mereka mengikuti kegiatan pembuatan yoghurt set yang dilaksanakan di Laboratorium […].

Eksplorasi Produk Fermentasi: Mahasiswa UGM Olah Whey Jadi Produk Fungsional

Artikel Popular Wednesday, 16 July 2025

Yogyakarta, 15 Juli 2025 — Sebanyak 15 mahasiswa magang dari Program Studi Mikrobiologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), mengikuti kegiatan praktik fermentasi whey di Unit Pengembangan Produk Fermentasi, di PUI-PT Inovasi Susu dan Bioaktif Fungsional, Pusat […].

Recent Posts

  • Pengembangan Keju Krim Lokal dengan Rasa Global
  • Apa itu “Whey”? Kenali Protein Super dari Susu ini!
  • Pembuatan Yoghurt Set dari Susu UHT dan Kultur Starter Lokal
  • Eksplorasi Produk Fermentasi: Mahasiswa UGM Olah Whey Jadi Produk Fungsional
  • Rahasia Susu Wijen Fermentasi: Lebih Sehat Tanpa Gula Tambahan!

Recent Comments

No comments to show.
Universitas Gadjah Mada

Innovation Center of Dairy Products and Functional Bioactive
Teknika Utara St., Barek, Kocoran, Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta 55281

© Universitas Gajah Mada