Yogyakarta, 15 Juli 2025 — Sebanyak 15 mahasiswa magang dari Program Studi Mikrobiologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), mengikuti kegiatan praktik fermentasi whey di Unit Pengembangan Produk Fermentasi, di PUI-PT Inovasi Susu dan Bioaktif Fungsional, Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengembangan keterampilan teknis dan pemahaman mendalam tentang bioteknologi pangan berbasis mikroorganisme.
Belajar Langsung Mengolah Limbah Bernutrisi
Whey, yang merupakan limbah cair hasil samping dari proses pembuatan keju, sering dianggap kurang bermanfaat. Namun di PUI-PT Inovasi Susu dan Bioaktif Fungsional, whey diolah menjadi produk fermentasi bernilai tinggi. Dalam kegiatan ini, peserta mempelajari cara menumbuhkan kultur bakteri asam laktat pada whey untuk menghasilkan produk fungsional seperti minuman fermentasi. Proses ini mencakup pasteurisasi bahan, inokulasi mikroba, fermentasi selama 24 jam, serta pengukuran pH. Mahasiswa juga diajarkan pentingnya sanitasi, kontrol suhu, dan waktu inkubasi agar fermentasi berjalan optimal.
Whey Fermentasi, Solusi Inovatif yang Ramah Lingkungan
Fermentasi whey tidak hanya menghasilkan produk bernutrisi tinggi, tetapi juga menawarkan solusi pengelolaan limbah industri susu secara berkelanjutan. Dengan teknologi fermentasi, limbah dapat diubah menjadi sumber pangan fungsional yang mendukung kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh.
Kegiatan ini memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya bio-transformasi limbah menjadi produk bernilai tambah sekaligus mengasah keterampilan laboratorium mereka secara langsung.