Susu nabati kini semakin populer sebagai alternatif sehat pengganti susu sapi. Namun, tahukah kamu bahwa susu wijen—yang belum seterkenal susu kedelai—menyimpan potensi luar biasa untuk kesehatan? Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menemukan bahwa fermentasi susu wijen dengan bakteri baik Lactobacillus plantarum Dad 13 mampu meningkatkan kandungan antioksidan di dalamnya—bahkan lebih tinggi jika tanpa tambahan gula!
Kenalan Yuk, dengan Susu Wijen
Susu wijen adalah minuman nabati hasil dari biji wijen yang dihaluskan dengan air. Kandungan gizinya cukup mengesankan: tinggi kalsium, protein, serta bebas laktosa. Uniknya, susu wijen juga lebih ramah di perut karena mengandung lebih sedikit zat pemicu gas (seperti stakiosa dan raffinosa) dibanding susu kedelai.
Sayangnya, rasa susu wijen alami bisa terasa kurang menarik bagi sebagian orang. Di sinilah fermentasi berperan: selain memperkaya rasa, juga menambah manfaat kesehatan.
Fermentasi = Makin Sehat? Yuk Kita Cek!
Peneliti melakukan fermentasi susu wijen dengan bakteri Lactobacillus plantarum Dad 13—bakteri asam laktat lokal dari Indonesia. Fermentasi ini berlangsung selama 18 jam pada suhu 37°C, baik dengan maupun tanpa tambahan gula (sukrosa).
Apa yang terjadi? Hasilnya mengejutkan:
-
Fermentasi meningkatkan kandungan antioksidan dalam susu wijen.
-
Susu wijen yang tidak diberi tambahan gula justru menghasilkan aktivitas antioksidan paling tinggi.
-
Ini terjadi karena bakteri mengaktifkan enzim β-glukosidase, yang memecah senyawa antioksidan pasif (sesaminol triglukosida) menjadi bentuk aktifnya (sesaminol aglikon).
Semakin sedikit gula tambahan, semakin besar aktivitas enzim ini—artinya semakin tinggi pula manfaat antioksidan bagi tubuh!
Apa Manfaat Antioksidan?
Antioksidan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh, yang menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, penuaan dini, dan penyakit jantung. Dengan mengonsumsi susu wijen fermentasi tanpa gula, kita bisa mendapat manfaat lebih besar untuk menjaga kesehatan sel dan daya tahan tubuh.
Kesimpulannya?
Jika kamu sedang mencari minuman sehat nabati, cobalah susu wijen fermentasi. Pilihan tanpa tambahan gula justru memberikan manfaat lebih besar bagi tubuh, tanpa mengorbankan rasa yang sudah ditingkatkan melalui proses fermentasi alami.
Siap mencoba susu wijen fermentasi untuk gaya hidup yang lebih sehat?
Ditulis berdasarkan artikel ilmiah:
Fitrotin, U., Utami, T., Hastuti, P., dan Santoso, U., 2015. Antioxidant Properties of Fermented Sesame Milk Using Lactobacillus plantarum Dad-13. Int. Res. J. Biological Sci. Vol 4(6): 56-61.